Selasa, 13 Oktober 2020

BERWISATA DI MARUNDA PULO

 

Kawasan permukiman Kampung Marunda Pulo, Kelurahan Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, yang merupakan pendukung destinasi wisata yang ada di Jakarta. Terdapat Museum Kebaharian Jakarta Rumah Si Pitung, Masjid Al-Alam, dan Pantai Marunda.

 

Marunda adalah kelurahan di kecamatan CilincingJakarta UtaraIndonesia. Kelurahan ini berbatasan dengan Laut Jawa di sebelah utara, Cilincing di sebelah barat, Kabupaten Bekasi di sebelah timur dan Rorotan di sebelah selatan. Di kelurahan ini terdapat Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) dan Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Marunda. Menurut kisah turun-temurun di sinilah tempat Si Pitung, jagoan Betawi tinggal.

 
 

Museum Kebaharian Jakarta Rumah Si Pitung

Photo by : Nur Alam

Masyarakat mengenal dengan sebutan Rumah Si Pitung, bangunan panggung  yang bercorak suku Bugis dengan warna merah kecokelatan. Berlokasi di kawasan Marunda, Jakarta Utara, Si Pitung yang  merupakan pendekar yang berasal dari Betawi, beliau hidup sejak abad ke-19 M. 


Tidak diketahui kapan persisnya Rumah Si Pitung didirikan. Di perkirakan bangunan tersebut dibangun pada abad ke-20. Pada tahun 2010 rumah Si Pitung direnovasi kembali oleh pemerintah dengan anggaran Rp. 3 miliar. Renovasi yang dilakukan adalah meninggikan bangunan setinggi 4 meter agar terhindar dari air laut yang pasang, mengganti lantai aslinya yang tadinya terbuat dari bilah-bilah bambu untuk kemudian diganti dengan kayu. Dua tahun kemudian dilakukan renovasi kembali oleh Dinas Kebudayaan Jakarta Utara. Renovasi dengan anggaran Rp 2,1 miliar itu hanya dilakukan pada bangunan lain, halaman serta gerbang, pagar yang mengelilingi Rumah Si Pitung. Meskipun renovasi dilakukan beberapa kali, model asli bangunan tetap dipertahankan. 

 

Sabtu dan minggu yang merupakan akhir pekan, biasanya banyak masyarakat yang berkunjung ke tempat tersebut dan dimanfaatkan untuk mengahabiskan waktu. Tidak hanya pengunjung dalam kota saja yang datang ke Rumah Si Pitung, melainkan banyak dari luar kota juga yang datang. Pada akhir pekanlah yang sangat ramai pengunjung, suasana yang sangat nyaman untuk bersantai bersama keluarga, dengan hembusan angin yang terasa dikulit. Ada pengunjung yang bersandar ditiang-tiang bangunan, tertidur dibawah bangunan pannggung Rumah Si Pitung, disana juga terdapat penjual Kerak Telor makanan khas Betawi. Riang-gembira anak kecil yang berlarian bersama temannya.

 

Rumah Si Pitung dibuka setiap hari pada pukul 08.00-17.00. Harga tiket masuknya bervariasi, yakni Rp 1.500 untuk rombongan pelajar hingga Rp 5.000 untuk dewasa perseorangan. Selain mengagumi arsitektur Rumah Si Pitung dan mempelajari sejarahnya, pengunjung juga bisa menikmati berbagai kebudayaan Betawi seperti tarian, silat, dan kuliner di Rumah Si Pitung. 

 

 

Masjid Al Alam Marunda

 

Photo by : Nur Alam 

Masjid yang menyimpan banyak misteri dalam pembangunanya, dari informasi pengurus Masjid Al-Alam, bahwa halnya masjid tersebut sudah berdiri kurang lebih pada abad ke-16 M. Menggapa dikatakan kurang lebih, tidak diketahui catatan sejarah masjid tersebut dibangun. 

 

Menjadi misteri mendasar Masjid Al-Alam, bahwa halnya masjid tersebut dibangun hanya satu malam dan tidak diketahui siapa saja yang ikut dalam pembangunan masjid tersebut. 

 

Pada umumnya masyarakat mengenal dengan Masjid Al-Alam, karena, masjid yang dibuat dalam satu malam (sumber cerita turun-temurun dalam pembangunan masjid). Masjid ini juga dikenal dengan sebutan Masjid Auliya Marunda Allah atau Masjid Agung Auliya Marunda. Wali Allah, karena pada abad ke-16 banyak para Aulia Allah yang menyebarkan agama Islam di Indonesia khususnya di Pulau Jawa. 

 

Di bagian belakang masjid terdapat makam keramat kakek Jongker, bekas serdadu VOC yang akhirnya dihukum mati Belanda karena membantu tentara Islam, tidak hanya itu terdapat  banyak makam warga yang memenuhi bagian belakang masjid.  

 

Pada Masjid Al-Alam juga terdapat sebuah sumur tua yang diperkirkan sudah ada ketika dalam pengerjaan masjid, yang digunakan untuk berwudu. Hingga saaat ini sumur tersebut masih berfungsi, walaupun sudah dibangun tempat wudu pada masjid biasanya tetap saja masih banyak masyarakat yang menggunakan sumur tersebut. Konon sumur tersebut memiliki 3 varian rasa yaitu, tawar, asin, dan  payau. Sehingga pada masjid ini memiliki keunikan tersendiri, yang dianggap barokah oleh banyak orang.

 

Walaupun pada hari-hari biasa tidak terlalu ramai dengan pengunjung, ada saja para peziarah yang berasal dari berberapa daerah yang ada di lndonesia datang untuk berziarah. Jika hari-hari besar Islam di masjid tersebut selalu ada acara-acara tertentu sehingga banyak para peziarah yang ikut serta dalam acara trsebut. Suasana yang sangat damai ketika memasuki kawasan masjid, ada orang yang sedang melaksanakan solat sunah, membaca Alquran, dan ada juga pengunjung yang hanya duduk-duduk saja. 

 

 

Pantai Marunda

Photo by : Nur Alam

Sebelum tahun 1958 pasir di Pantai Marunda berwarna putih, pada tahun tersebut banyak penambang pasir yang mengeruk pasir yang digunakan untuk pembangunan jalan. Hingga keadaannya sangat ironis, walaupun begitu objek wisata ini tetap menarik saat itu.

 

Pada tahun 1970-an pantai ini menjadi ikon yang unik bagi wilayah Bekasi dan sekitarnya karena masih asri dan bersih sehingga cukup popular untuk dijadikan kawasan wisata warga yang pas hingga dijadikan lokasi syuting film-film jaman dahulu. 

 

Meskipun dulu menjadi kawasan wisata yang popular saat ini kondisi Pantai Marunda terbilang cukup memprihatinkan. Banyaknya sampah, pemukiman padat penduduk, berkurang nya jumlah pohon menyebabkan pantai ini terlihat seperti tempat pembuangan sampah yang gersang. Akibat ulah para manusia yang tidak bertanggung jawab dan tidak sadar akan penting nya menjaga ekosistem laut dan darat demi kelangsungan hidup semua makhluk hidup serta warisan peninggalan sejarah yang mengisahkan masa lalu. 

 

Untuk Mengantisipasi terhadap rob pasang surut air laut., kemudian juga untuk antisipasi kenaikan muka air laut. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membangun tanggul pantai National Capital Integrated Coastal Development (NCICD). Bahkan tanggul ini juga mampu untuk mencegah penurunan muka tanah. Penyelesaian tanggul tersebut kelar pada akhir Desember 2018. 

 

Walaupun tidak seindah dahulu, pantai ini tetap menjadi destinasi wisata masyarakat sekitar untuk menghabiskan akhir pekan. Jika cuaca mendukung, menunggu sunset di pinggir pantai merupakan kejadian yang sangat indah dengan hembusan angin laut, yang dapat memberikan kesan tersendiri.

 

30 komentar:

  1. Kawasan yang penuh sejarah,👍. terutama pada masjidnya. Rekomended sekali nih, salah satu masjid tertua di Jakarta. Pernah berkunjung ke tempat tersebut, ademm angin lautnya....

    BalasHapus
  2. banyak sejarahnya. jd mau lihat ke sana lgsg

    BalasHapus
  3. Bagus nih, wisata sejarahnya. Nambah list tempat wisata sejarah selain ke museum. Keren 👍🏻

    BalasHapus
  4. Wisata paling Deket + adem ada sejarahnya juga udh lama bgtt ga ke sana, kerennn KK Alammm

    BalasHapus
  5. Belum pernah ke daerah marunda pulo, ternyata di sana juga ada tempat sejarahnya ya. Terima kasih informasinya

    BalasHapus
  6. Harus ke sana ih. Sekalian refreshing terus bisa sambil belajar sejarah lagi

    BalasHapus
  7. Gue bangga lahir di jakut wkwk

    BalasHapus
  8. Wah keren nih, terimakasih infonyaa

    BalasHapus
  9. Bagus sekali, Terimakasih infonya..

    BalasHapus
  10. waw baru tauu, terima kasih informasinya!

    BalasHapus
  11. Jadi penasaran ingin bertamu...
    Utara emng punya cerita #zuhdi

    BalasHapus
  12. Sangat bagus informasinya wisatanya ka alam

    BalasHapus
  13. Jadi pngn ke masjid nya lagi-_
    Dan bener bngt pantai nya ga sebagus dulu, skrng udh padet bngt disitu. Jadi inget dulu pernah ngobak dipantai nya wkwk

    BalasHapus
  14. Pahlawan betawi dari Marunda Si Pitung,,, wisata pantai yg sering dikunjungi, udah lama gk kesana kangenn.

    BalasHapus
  15. Aku pernah ke rumah si Pitung,udah lama gk kesana. Mau kesana lagi, sibuk sama kuliah.

    BalasHapus
  16. Pantai Marunda yang bagus pada masanaya, ramai bnget waktu itu. Apalagi bulan puasa rame dan murah badget banget asli.

    BalasHapus
  17. wah banyak wisata sejarah ya di marunda, semoga kapan kapan bisa berkunjung ke sana

    BalasHapus
  18. harus dikunjungi nih wisata-wisata sejarah

    BalasHapus
  19. wah boleh dicoba nih kalau berkunjung ke Jakarta lagi

    BalasHapus
  20. waw baru tauu, terima kasih informasinya!

    BalasHapus
  21. Wahh saya menarik ttg sejarah, terima informasi nyaa

    BalasHapus
  22. Wisata yg penuh sejarah... yg wajib banget dikunjungi setiap orang nih. Warga Jakartayg belum boleh dicoba nih.

    BalasHapus
  23. banyak juga wisata sejarahnya, informatif bgt

    BalasHapus
  24. Banyak wisatawan sejarah pantai Nya juga indah dan bersih

    BalasHapus
  25. Bagus infonya, kalo kita mau ke sana jadi tahu apa saja yang ada di sana. Terima kasih

    BalasHapus
  26. MasyaAllah, bagus banget nih tempat wisata sejarahnya.. Besok kalo saya sudah tinggal dijakarta wajib berkunjung ke sana pokoknya 😊
    Terimakasih informasinya ka alam

    BalasHapus
  27. Wah, jadi penasaran. Jujur baru tahu.. semoga suatu saat aku bisa kesana

    BalasHapus